July 28, 2005

Gaji PNS Naik..????

Gaji presiden dan anggota dewan direncanakan akan naik berbarengan dengan kenaikan gaji PNS, mungkin ini terdengar sangat menggembirakan bagi PNS dengan semakin naiknya harga2 kebutuhan pokok dan BBM. Akan tetapi seperti pada tahun-tahun sebelumnya setiap terjadi kenaikan gaji maka semua harga bahan pokok ikut naik, jadi kenaikan gaji PNS kadang tidak dapat dinikmati kenaikan gajinya, bahkan pengeluarannya malah bertambah karena kenaikan bahan pokok kadang tidak terkendali dan melebihi kenaikan gaji PNS.

Mungkin selain menaikan gaji PNS pemerintah harus memikirkan cara lain misalkan dengan adanya gaji ke-13, karena bila PNS mendapatkan gaji ke-13 harga bahan pkok tidak ikut naik, jadi para PNS bisa menikmati gaji-nya :D

July 26, 2005

Belajar java

waduh dah berapa minggu ini belajar java, ternyata susah juga, mungkin bukan susah masalah bahasanya, tapi yang bikin susah perpindahan cara berfikir atau metode, yang tadinya gw pake procedural sekarang harus berfikir Object Oriented…..
Susah banget, belum lagi java banyak banget komponennya memang seh klo mau bikin sesuatu jadi lebih mudah tapi kalo bagi yang baru malah bikin bingung :D

Sampe bingung belajar java mulai dari mana tapi ini gw dah coba, bikin Text Editor sederhana banget.

RAMNotepad v 1.0

July 22, 2005

Journey Of Bapak Tukang Tambal Ban Part II

Setelah bekerja di kapal pak amin akhirnya keluar karena beberapa alesan (red- gw juga ngga tau) akhirnya pak amin mendapat pekerjaan menjadi supir di sebuah prusahaan kontraktor, pekerjaannya mengantarkan insinyur-insinyur ke tempat proyek. Menjadi supir membuat pak amin memiliki waktu luang, kadang di waktu luangnya pak amin suka melihat, mencoba alat-alat berat proyek, pak amin pernah mencoba Tower Crane (CMIIW) alat yang tinggi yang biasa di gunakan di proyek-proyek. Setelah sering mencoba dan cukup mahir mengendalikan Tower Crane akhirnya pak amin di pindah tugaskan untuk mengendalikan Tower Crane tidak menjadi supir lagi.

Setelah beberapa lama, perusahaan pak amin bekerja mendapatkan pekerjaan di daerah Sulawesi (red- klo ngga lupa) akhirnya pak amin dikirim untuk mengerjakan proyek disana, kali ini dia ditugaskan menjadi supir truk, dan juga bertugas mengendalikan beberapa alat berat lainnya dengan berbagai karakter yang berbeda untuk setiap alat berat.

Dengan bekal keahlian tentang mesin pada saat bekerja di Kapal pak amin kadang ikut memperbaiki alat-alat/ mobil proyek yang rusak, karena kemampuan pak amin dalam bidang mesin sangat baik akhirnya Managernya menawarkan pak amin untuk bekerja di bengkel kantor pusat di sulawesi, dan hubungan mereka sangat dekat.

Pada saat itu di perusahaan pak amin kepala bagian logistik melakukan korupsi, dan akhirnya di pecat untuk mengisi kekosongan posisi tersebut, manager pak amin menawarkan perkerjaan untuk mengisi kekosongan itu, dan akhirnya pak aminpun menjadi staf logistik. Pekerjaannya di lakukan dengan baik, tanpa ada masalah walaupun background pendidikan pak amin hanya sebatas Sekolah Dasar, pak amin pun seringa mengikuti meeting di Pusat, penghasilan yang didapat pak amin pun lumayan besar kira-kira bisa mencapai Rp.3.000.000,- (pada tahun 1996 itu merupakan nilai yang besar).
Ada satu perkataan pak amin pada saya “loe tau ngga ndo bedanya gw yang lulusan SD dengan mereka yang sekolahnya tinggi??bedanya cuma dari cara ngomong, gw ngga bisa ngomong cara pengungkapannya bagus rapih, banyak istilah-istilah yang gw ngga ngerti, tapi klo masalah keahlian seh mungkin gw ngga kalah jauh”. :D

Pak amin memiliki seorang istri di Bogor, tapi di sulawesi di menikah lagi, setelah pekerjaan di sulawesi selesai pak amin pun kembali ke Bogor, dan bekerja di kantor Pusatnya di Jakarta, dan lama-kelamaan perselingkuhan pak aminpun terbongkar oleh istri pertamanya, sehingga pada saat ada proyek kembali di luar daerah istrinya tidak mengijinkan, dan akhirnya pak aminpun berhenti dari pekerjaan itu.

Walaupun pak amin pernah bekerja lagi di beberapa perusahaan, tapi dia hanya di hargai sesuai dengan ijazah yang dimilikinya, dan pak amin lebih memilih bewirausaha dengan berbekal kemampuanya dalam bidang mesin kendaraan bermotor akhirnya membuka bengkel.

Kesimpulan
ada beberapa nilai penting yang dapat saya ambil dari cerita ini:

  • Untuk mencari pengetahuan itu tidak dibatasi oleh dinding pendidikan, kita dapat melakukan apapun asalkan kita tetap berusaha
  • Faktor pendidikan tidak menentukan takdir seseorang, seperti pada Surat Ar-Ra’d, yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah diri mereka.” mungkin itu tidak hany berlaku pada suatu kaum/golongan tapi juga secara pribadi
  • Jangan lupa diri pada saat kita berada diatas (kuatkan iman)
  • Wanita bisa membuat laki-laki hancur atau bisa membuat laki-laki menjadi berhasil, seperti yang kita tau banyak prang besar yang hancur gara-gara wanita (Caesar, Napoleon, dll) dan banyak juga laki-laki yang berhasil karena wanita
  • Jangan pernah pesimis selalu optimis dan cintailah apa yang kita kerjakan seperti pada artikel ‘You’ve got to find what you love,’ Jobs says yang di tulis oleh Steve Jobs
  • “You can’t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something - your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life.”

July 21, 2005

Journey Of Bapak Tukang Tambal Ban Part I

Mau nerusin postingan tentang bapak tukang tambal ban, ini tentang sebagian perjalanan hidup dari bapak tukang tambal ban. Kita sebut saja bapak tukang tambal ban ini dengan pak amin(red- bukan nama sebenarnya).

pak amin lahir di keluarga biasa saja, sejak kecil pak amin tinggal bersama dengan tantenya (kakak dari ibunya) karena keadaan ekonomi tantenya lebih baik dari pada keluarganya sehingga pak amin ikut dengan keluarga tersebut, pak amin disekolahkan walaupun hanya sampai SD tapi itu bukan alasan bagi pak amin untuk berhenti belajar.

pak amin yang mempunyai hobi membaca dan menggambar, biasanya di waktu luangnya pak amin sering membuat komik-komik jadul(red- jaman dulu) seperti si petruk, gareng dll. kadang dia menjualnya untuk mendapatkan uang jajan.

(beberapa tahun kemudian) :D
pertama kali pak amin bekerja di sebuah kapal, dia bekerja sebagai pelayan, yang menyediakan makanan untuk kapten kapal dan awak kapal lainnya, pak amin sering keluar masuk, tempat kemudi kapal, dan di waktu luangnya pak amin sering mencoba bagaimana cara mengemudikan kapal, lama kelamaan kapten kapal sering melihat pak amin mengemudikan kapal dan akhirnya pak amin naik pangkat menjadi juru kemudi pengganti.

tapi tidak hanya puas sampai itu saja, rasa ingin tau pak amin pun akhirnya mendorong dia untuk belajar cara memperbaiki mesin kapal, keingin tauan pak amin tidak hanya sebatas TAU jadi pak amin pun di percaya untuk ikut memperbaiki mesin apa bila ada kerusakan.

ternyata pendidikan bukan suatu batasan untuk kita mencari ilmu, walapun hanya lulusan SD kita dapat mempelajari sesuatu asalkan kita ada kemauan, usaha, niat.
Tetap belajar tetap berusaha.

July 19, 2005

Obrolan Malam Dengan Bapak Tukang Tambal Ban

Obrolan ini bermula pada saat saya pulang kerja kira-kira jam 1/2 9 malem, seperti biasa kalo mau masuk gang ke rumah pasti lewatin dulu tempat tambal ban, Tiba-tiba saya di panggil :

bpk : gimana elo jadi sekolah ke jogja?
gw : jadi, tapi itu juga kalo di terima, nanti testnya bulan agustus.
bpk: sekolah yang bener loe, dah itu pergi dari sini jangan diem aja di sini (di desa gw) cari kerja.
bpk: coba elo liat aja tuh temen-temen elo lulusan seh lebih tinggi dari gw ada yang lulusan S1, ada yang lulusan SMA, STM malah pegang-pegang gitar jadi artis tanggung, artis ngga pengemen ngga, giliran di suruh kerja alesannya banyak, gengsinya tinggi.Udah berapa generasi tuh pada nongkrong dijalan.
bpk: waktu itu gw pernah nawarin kerja disini siapa aja tapi jangan yang udah gede yang masih kecil biar gampang diaturnya, gw suruh jagain bengkel gw, tapi jangan ngarepin gaji gede klo cuma sehari Rp.5000 - Rp.10.000 sehari makan ama gw, mungkin gw bisa, tapi ngga ada yang mau. Mungkin mereka ngeliat gw kali yah, jadi mereka mikir “Bos nya aja ngga pernah pake sendal, gimana pegawenya” :D
(red- waktu itu pernah ada yang ditawarin kerja anaknya lulusan SD/SMP tapi mereka ngga mau)
gw : lagian ngga pernah pake sendal seh.
bpk: padahalkan disni mereka bisa belajar nambal ban, nge-cat, benerin motor ato mobil, knapa mereka cuma liat dari tipe kerjaannya “Tukang Tambal Ban” kenapa mereka ngga pikir tentang ilmu yang mereka dapet, klo mereka pinter mereka bisa dapet dasar ilmunya dari gw, mereka bisa ngembangin sendiri, dari pada ngangur bukan berarti mereka harus jadi tukang tambal ban kaya gw. Gw bisa ngidupin keluarga gw, klo Rp50.000 sehari seh gw dapet, gw bisa sekolahin anak gw (red- anaknya 5)
bpk: anak jaman sekarang penampilan aja bagus-bagus tapi kalah ama gw walaupun lulusan SD dan ngga pernah pake sendal tapi di dompet duit gw ngga pernah kurang dari Rp200.000 dari pada mereka yang keren-keren tapi masih pada minta ama orangtuanya.

gw jadi mikir kata-kata si bapak “knapa mereka cuma liat dari tipe kerjaannya ‘Tukang Tambal Ban’ kenapa mereka ngga pikir tentang ilmu yang mereka dapet”, apakah pemikiran ini berasal dari cara pendidikan atau didikan dari negara kita.
Seorang lulusan SMA akan di perlakukan/dibayar tetap sebagai lulusan SMA walaupun di ahli dalam bidangnya bahkan bila dia lebih ahli/hebat dibandingkan dengan lulusan S1 dia akan tetap diperlakukan sebagai lulusan SMA, di negara kita masih kurang orang yang menghargai Ilmu pengetahuan, mereka lebih menghargai selebar ijazah, sehingga banyak anak kuliah yang berpikiran “yang penting gw lulus, dapet ijazah” mereka ngga peduli dengan ilmu yang mereka dapat.