Journey Of Bapak Tukang Tambal Ban Part I
Mau nerusin postingan tentang bapak tukang tambal ban, ini tentang sebagian perjalanan hidup dari bapak tukang tambal ban. Kita sebut saja bapak tukang tambal ban ini dengan pak amin(red- bukan nama sebenarnya).
pak amin lahir di keluarga biasa saja, sejak kecil pak amin tinggal bersama dengan tantenya (kakak dari ibunya) karena keadaan ekonomi tantenya lebih baik dari pada keluarganya sehingga pak amin ikut dengan keluarga tersebut, pak amin disekolahkan walaupun hanya sampai SD tapi itu bukan alasan bagi pak amin untuk berhenti belajar.
pak amin yang mempunyai hobi membaca dan menggambar, biasanya di waktu luangnya pak amin sering membuat komik-komik jadul(red- jaman dulu) seperti si petruk, gareng dll. kadang dia menjualnya untuk mendapatkan uang jajan.
(beberapa tahun kemudian) ![]()
pertama kali pak amin bekerja di sebuah kapal, dia bekerja sebagai pelayan, yang menyediakan makanan untuk kapten kapal dan awak kapal lainnya, pak amin sering keluar masuk, tempat kemudi kapal, dan di waktu luangnya pak amin sering mencoba bagaimana cara mengemudikan kapal, lama kelamaan kapten kapal sering melihat pak amin mengemudikan kapal dan akhirnya pak amin naik pangkat menjadi juru kemudi pengganti.
tapi tidak hanya puas sampai itu saja, rasa ingin tau pak amin pun akhirnya mendorong dia untuk belajar cara memperbaiki mesin kapal, keingin tauan pak amin tidak hanya sebatas TAU jadi pak amin pun di percaya untuk ikut memperbaiki mesin apa bila ada kerusakan.
ternyata pendidikan bukan suatu batasan untuk kita mencari ilmu, walapun hanya lulusan SD kita dapat mempelajari sesuatu asalkan kita ada kemauan, usaha, niat.
Tetap belajar tetap berusaha.
- diary | Time: 6:53 am (UTC+8)

nice
Comment by topengdigital — May 10, 2007 @ 2:20 pm