Journey Of Bapak Tukang Tambal Ban Part II
Setelah bekerja di kapal pak amin akhirnya keluar karena beberapa alesan (red- gw juga ngga tau) akhirnya pak amin mendapat pekerjaan menjadi supir di sebuah prusahaan kontraktor, pekerjaannya mengantarkan insinyur-insinyur ke tempat proyek. Menjadi supir membuat pak amin memiliki waktu luang, kadang di waktu luangnya pak amin suka melihat, mencoba alat-alat berat proyek, pak amin pernah mencoba Tower Crane (CMIIW) alat yang tinggi yang biasa di gunakan di proyek-proyek. Setelah sering mencoba dan cukup mahir mengendalikan Tower Crane akhirnya pak amin di pindah tugaskan untuk mengendalikan Tower Crane tidak menjadi supir lagi.
Setelah beberapa lama, perusahaan pak amin bekerja mendapatkan pekerjaan di daerah Sulawesi (red- klo ngga lupa) akhirnya pak amin dikirim untuk mengerjakan proyek disana, kali ini dia ditugaskan menjadi supir truk, dan juga bertugas mengendalikan beberapa alat berat lainnya dengan berbagai karakter yang berbeda untuk setiap alat berat.
Dengan bekal keahlian tentang mesin pada saat bekerja di Kapal pak amin kadang ikut memperbaiki alat-alat/ mobil proyek yang rusak, karena kemampuan pak amin dalam bidang mesin sangat baik akhirnya Managernya menawarkan pak amin untuk bekerja di bengkel kantor pusat di sulawesi, dan hubungan mereka sangat dekat.
Pada saat itu di perusahaan pak amin kepala bagian logistik melakukan korupsi, dan akhirnya di pecat untuk mengisi kekosongan posisi tersebut, manager pak amin menawarkan perkerjaan untuk mengisi kekosongan itu, dan akhirnya pak aminpun menjadi staf logistik. Pekerjaannya di lakukan dengan baik, tanpa ada masalah walaupun background pendidikan pak amin hanya sebatas Sekolah Dasar, pak amin pun seringa mengikuti meeting di Pusat, penghasilan yang didapat pak amin pun lumayan besar kira-kira bisa mencapai Rp.3.000.000,- (pada tahun 1996 itu merupakan nilai yang besar).
Ada satu perkataan pak amin pada saya “loe tau ngga ndo bedanya gw yang lulusan SD dengan mereka yang sekolahnya tinggi??bedanya cuma dari cara ngomong, gw ngga bisa ngomong cara pengungkapannya bagus rapih, banyak istilah-istilah yang gw ngga ngerti, tapi klo masalah keahlian seh mungkin gw ngga kalah jauh”.
Pak amin memiliki seorang istri di Bogor, tapi di sulawesi di menikah lagi, setelah pekerjaan di sulawesi selesai pak amin pun kembali ke Bogor, dan bekerja di kantor Pusatnya di Jakarta, dan lama-kelamaan perselingkuhan pak aminpun terbongkar oleh istri pertamanya, sehingga pada saat ada proyek kembali di luar daerah istrinya tidak mengijinkan, dan akhirnya pak aminpun berhenti dari pekerjaan itu.
Walaupun pak amin pernah bekerja lagi di beberapa perusahaan, tapi dia hanya di hargai sesuai dengan ijazah yang dimilikinya, dan pak amin lebih memilih bewirausaha dengan berbekal kemampuanya dalam bidang mesin kendaraan bermotor akhirnya membuka bengkel.
Kesimpulan
ada beberapa nilai penting yang dapat saya ambil dari cerita ini:
- Untuk mencari pengetahuan itu tidak dibatasi oleh dinding pendidikan, kita dapat melakukan apapun asalkan kita tetap berusaha
- Faktor pendidikan tidak menentukan takdir seseorang, seperti pada Surat Ar-Ra’d, yang berbunyi, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah diri mereka.” mungkin itu tidak hany berlaku pada suatu kaum/golongan tapi juga secara pribadi
- Jangan lupa diri pada saat kita berada diatas (kuatkan iman)
- Wanita bisa membuat laki-laki hancur atau bisa membuat laki-laki menjadi berhasil, seperti yang kita tau banyak prang besar yang hancur gara-gara wanita (Caesar, Napoleon, dll) dan banyak juga laki-laki yang berhasil karena wanita
- Jangan pernah pesimis selalu optimis dan cintailah apa yang kita kerjakan seperti pada artikel ‘You’ve got to find what you love,’ Jobs says yang di tulis oleh Steve Jobs
- “You can’t connect the dots looking forward; you can only connect them looking backwards. So you have to trust that the dots will somehow connect in your future. You have to trust in something - your gut, destiny, life, karma, whatever. This approach has never let me down, and it has made all the difference in my life.”
- diary | Time: 9:15 am (UTC+8)
