Enkripsi Pada Citra
Sesuai dengan judulnya Ekripsi Pada Citra, awalnya aplikasi ini merupakan gabungan antara pengolahan citra dengan kriptografi, pada aplikasi ini aplikasi di buat dengan menggunakan Java, metode kriptografi yang di gunakan merupakan metode yang sederhana yaitu Cipher Hill
metode ini menggunakan kunci yang berupa matrix, 2x2, 3x3, disini saya menggunakan matrix 2x2, akan tetapi ada beberapa syarat untuk menjadi kunci pada metode Cipher Hill, yaitu matrix harus memiliki determinan = 0 dan harus memiliki invers atau biasa di sebut matrix invertibel.
apabila matrix tidak memiliki invers maka hasil enkripsi tidak dapat di dekripsi lagi.
Enkripsi :
aplikasi akan menanyakan kunci yang akan digunakan, dan di dalamnya pun telah di sediakan fungsi untuk memvalidasi kunci, apakah kunci yang di masukan itu merupakan matrix invertibel.
setelah berhasil di lakukan enkripsi.
cara enkripsi yang digunakan pada aplikasi ini dengan cara mengambil nilai intensitas warna RGB pada setiap Pixel kemudian di kalikan dengan kunci modulus 255, sehingga akan menghasilkan nilai dengan nilai antara 0 s/d 255, Akan tetapi karena kunci yang digunkan 2 x 2 maka tidak 1 pixel / RGB langsung dikalikan dengan kunci akan tetapi hanya di ambil dua lina saja misal kunci x RG dan blue akan digabungkan dengan Red pada pixel berikutnya.
Akan tetapi metode Chiper Hill memiliki kekurangan apabila digunakan pada ekripsi citra… yaitu pixel yang berwarna hitam akan tetap berwarnah hitam, karena hitam pada citra memiliki nilai RGB (red = 0, green = 0, blue =0) dan apapun yang dikalikan dengan 0 akan menghasikan 0, sehingga warna hitam tidak akan pernah berubah. dan juga metode Cipher Hill akan menghasilkan nilai yang sama apabila memilki masukan yang sama, sehingga pada citra dapat terlihat path/ jalur yang memilki warna yang sama, sehingga bentuk citra masih akan terlihat.
untuk mendapatkan hasil enkripsi citra yang lebih baik dapat menggunakan metode-metode enkripsi yang lainnya.
( 9 x 0 + 2 x 0) ( 4 x 0 + 1x 0 ) = ( 0 ) mod 255 = 0
Deksipsi :
pada saat melakukan deskripsi diperlukan kunci yang sama pada saat melakukan enkripsi, proses deksripsi sama dengan proses pada saat enkripsi hanya saja bedanya kunci yang digunakan merupakan inversi dari kunci sebelumnya.
- programming, teknologi | Time: 10:32 am (UTC+8)

kamu ngomong apa sih pindoo… *pusing*
Comment by -tikabanget- — June 23, 2006 @ 6:46 pm
Pindo, artikelmu ada hubungannya sama steganografi ngga ? dulu kakak angkatan pernah skripsi ttg ini, intinya penyembunyian pesan dalam gambar. Eh ini enkripsi ya ? hm, kayaknya nyambung tuh. Bener ngga ? Hehe udah lama ngga belajar kayak gitu lagi ^_^
Comment by Topan Berliana — June 28, 2006 @ 2:27 pm
wah belum nyampe ke steganografi-nya lagi mau belajar untuk steganografi…
ini hanya enkripsi citra, tapi mungkin ini bisa di gabung dengan steganografi supaya steganografi-nya susah di deteksi dengan mengacak tempat penyimpanan bit-bit data rahasianya menggunakan metode enkripsi
steganografi
comming soon :p
Comment by pindo — July 6, 2006 @ 7:55 am
do…ajarin gwe..ya ya ya ya
Comment by KoronX — July 28, 2006 @ 8:53 am
mungkin dulu leonardo da vinci memakai teknologi ini utk menuliskan pesan2xnya dalam lukisannya
Comment by da vinci — September 5, 2006 @ 7:21 am
Bagaimana algoritmanya?
Comment by Sigit Riyanto — April 6, 2007 @ 3:45 am
Saya punya enkripsi nih, mau coba? buat semua file.
www.uebdesign.net/winkrip.zip
Comment by Rachmat — August 28, 2007 @ 2:07 pm
mau donk source codenya
Comment by jabrix — September 13, 2007 @ 10:14 pm
www.winkrip.com
Comment by Rachmat — October 18, 2007 @ 5:59 pm
metode Cipher Hill
Comment by didi — May 21, 2008 @ 11:45 pm
slt
Comment by didi — May 22, 2008 @ 4:29 pm