Dorama
Akhir-akhir ini lagi rajin-rajinnya nonton dorama, selain untuk mengagumi ciptaan tuhan seperti Ryoko Hirosue atau Horikita Maki, yang paling penting adalah bagaimana kita menghargai sebuah pekerjaan, mungkin itu yang pertama kali saya tangkap setelah menonton Dorama.
Hampir disetiap dorama akan selalu ada beberapa profesi yang berhubungan dengan tokoh-tokoh nya, dan hebatnya hampir 30%-40% film akan menceritakan tentang profesi tersebut, bagaimana mereka menjalani profesi tersebut, hambatan dll , dan yang pasti profesi-profesi tersebut dijalankan dengan baik dan benar . . .
hmm apakah orang jepang memang seperti itu dalam menjalankan profesinya? atau itu hanya di film saja? mungkin ini salah satu perbedaan antara dorama dengan sinetron, klo dilihat jarang sekali sinetron indonesia mengekspos sebuah profesi dalam filmnya ( eg. bajaj bajuri :p ) keliatannya film indonesia lebih fokus kearah yang hura-hura, tokoh-tokohnya kebanyakan eksekutif-eksekutif muda yang tidak jelas pekerjaanya, tapi banyak uang yang pasti :p
padahal film/sinetron biasanya dijadikan panutan oleh sebagian remaja, klo isinya lebih banyak ngga jelasnya (eg. hura-hura) mungkin akan lebih baik, klo sinetron-sinetron lebih banyak membahas tentang profesi, mudah-mudahan aja masyarakat jadi lebih giat kerjanya (baik dan benar tentunya), sebelum lampu-lampu merah dan perempatan jalan-jalan kota besar berubah menjadi taman bermain anak-anak :p :p
- diary, all around the world, Film | Time: 4:20 pm (UTC+8)
