February 7, 2007

Dorama

Akhir-akhir ini lagi rajin-rajinnya nonton dorama, selain untuk mengagumi ciptaan tuhan seperti Ryoko Hirosue atau Horikita Maki, yang paling penting adalah bagaimana kita menghargai sebuah pekerjaan, mungkin itu yang pertama kali saya tangkap setelah menonton Dorama.

Hampir disetiap dorama akan selalu ada beberapa profesi yang berhubungan dengan tokoh-tokoh nya, dan hebatnya hampir 30%-40% film akan menceritakan tentang profesi tersebut, bagaimana mereka menjalani profesi tersebut, hambatan dll , dan yang pasti profesi-profesi tersebut dijalankan dengan baik dan benar . . .

hmm apakah orang jepang memang seperti itu dalam menjalankan profesinya? atau itu hanya di film saja? mungkin ini salah satu perbedaan antara dorama dengan sinetron, klo dilihat jarang sekali sinetron indonesia mengekspos sebuah profesi dalam filmnya ( eg. bajaj bajuri :p ) keliatannya film indonesia lebih fokus kearah yang hura-hura, tokoh-tokohnya kebanyakan eksekutif-eksekutif muda yang tidak jelas pekerjaanya, tapi banyak uang yang pasti :p

padahal film/sinetron biasanya dijadikan panutan oleh sebagian remaja, klo isinya lebih banyak ngga jelasnya (eg. hura-hura) mungkin akan lebih baik, klo sinetron-sinetron lebih banyak membahas tentang profesi, mudah-mudahan aja masyarakat jadi lebih giat kerjanya (baik dan benar tentunya), sebelum lampu-lampu merah dan perempatan jalan-jalan kota besar berubah menjadi taman bermain anak-anak :p :p

November 11, 2005

Sinetron Islami Mendidik atau Menyesatkan

Saya sering melihat sinetron-sinetron islami yang saat ini banyak di tayangkan di stasiun televisi swasta.

misalkan sinetron yang bercerita tentang perzinahan atau maksiat
yang menjadi perhatian saya adalah cara penyampaian cerita dalam sinetron tersebut dengan menampilkan dua orang yang bukan mahram saling berpelukan, berciuman dan bahkan ada yang sampai menampilkan sampai adegan ranjang dengan aktor yang bertelanjang dada.

selain itu kadang di tampilkan adegan-adegan di dalam kubur yang manggambarkan Neraka atau Surga (emang ada yang tau, apakah dengan mengetahui itu menjadi lebih baik atau malah menyesatkan) dan juga penggambaran Syaitan-syaitan.

yang jadi masalah konsumen untuk sinetron-sinetron ini adalah anak-anak mulai dari usia 5 tahun, pertanyaannya apakah ilmu mereka sudah cukup baik, atau pemahaman mereka sudah cukup baik untuk menerima inti dari cerita tersebut atau malah mereka akan salah persepsi yang malah dapat menyesatkan dengan cara penggambaran seperti diatas . . .

bagaimana nasib negara kita yang saat ini sedang mengalami kemunduran cara berfikir. bisa dilihat dari banyaknya masyarakat kita yang percaya lagi dengan ilmu hitam, percaya secara berlebihan dengan hal-hal yang gaib.
dan melupakan kemajuan teknologi, yang harusnya dapat memajukan bangsa ini

“SIAPA YANG HARUS DISALAHKAN??????”

October 24, 2005

Final Fantasi VII (Advent children)

Final Fantasy VII : Advent Children

Mungkin ini film dah lama, tapi gw baru nonton, walau pun ngga begitu ngerti dengan jalan ceritanya, karena gw belum pernah maenin gamenya dan katanya cerita film ini adalah kelanjutan cerita dari game Final Fantasy VII.

Pada Final Fantasy : The Spirits Within. sudah keluar dari konsep Final Fantasy yang sebenarnya. Ceritanya tak menggambarkan Final Fantasy secara langsung.
Final Fantasy : Advent Children , menggunakan karakter-karakter sesuai dengan game-nya dan jalan ceritanya pun berdasarkan game FF VII.

Final Fantasy : The Spirits Within di produksi di USA (Hollywood) sedangkan Final Fantasy : Advent Children di produksi di Jepang. Satu komentar gw “ini adalah film animasi yang paling bagus yang pernah gw lihat”, pokoknya klo ngga nonton film ini rugi banget . . .